Rabu, 18 Oktober 2017

Harta yang Dipugar Kembali: Cantiknya Pesona Candi Sojiwan


Relief pahatan berbentuk gajah dan kambing di dinding Candi Sojiwan

Artikel oleh : Suzash Gribisy

    
       Jika kita diminta menyebutkan nama candi di permainan masa kecil; ABC Lima Dasar, pasti sangat sedikit yang mengingat nama candi ini. Memang, candi ini tidak semahsyur Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang kerap menjadi tujuan orang-orang berwisata ke Jogja. Akan tetapi, Candi Sojiwan ini merupakan salah satu kekayan sejarah di Yogyakarta yang lama terpendam. Konon, candi ini baru selesai dipugar dan dibuka untuk wisatawan pada tahun 2011. Selama ini, Candi Sojiwan hanya berupa bongkahan batu-batu candi saja. Secara administratif, Candi Sojiwan memang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun karena masih sangat mendempet dengan perbatasan Yogyakarta, candi ini juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang harus kamu kunjungi ketika singgah di kota ini. Yuk, selangkah lebih dekat dengan candi cantik bernama Candi Sojiwan!

Bangunan utama dari Candi Sojiwan


Serba-Serbi Candi 
Candi Sojiwan merupakan candi dengan perpaduan corak Hindu dan Buddha. Menurut sejarah yang berkembang, candi ini didirikan oleh seorang raja bernama Raja Balitung. Candi yang merupakan monumen dari zaman Dinasti Mataram Kuno abad VIII—X. Raja Balitung mempersembahkan candi ini sebagai bentuk penghormatan untuk neneknya yang bernama Nini Haji Rakryan Sanjiwana. Benteng keyakinan ada di antara keduanya karena Rakryan Sanjiwana beragama Budha, sedangkan sang Raja Balitung beragama Hindu. Oleh karena itu, terjadi perpaduan pada konstruksi dan relief.
Kita dapat melihat bentuk-bentuk ukiran hewan pada dinding candi ini. Tidak sekedar bentuk saja, relief candi ini memuat ajaran moral agama Buddha. Relief pada Candi Sojiwan menceritakan kisah fabel yang berhubungan dengan cerita Jataka, di antaranya cerita kera yang mensiasati buaya agar dapat menyeberang sungai, perlombaan antara kuda dan kura-kura, cerita binatang yang mirip dengan cerita Kancil, dan masih banyak lagi.  Selain liburan di Jogja, kamu bisa sekalian belajar mengenai sejarah situs bersejarah ini.
Di Candi Sojiwan terdapat dua deret struktur Candi Perwara Stupa. Stupa pada candi ini berbeda dengan stupa Candi Borobudur yang bercorak Budha. Karena candi ini merupakan perpaduan antara corak Hindu dan Budha, stupa yang ada tampak lebih ramping daripada stupa Candi Borobudur yang tampak lebih berisi. Badan candi juga terlihat ramping, mirip dengan Candi Prambanan.

Menginspirasi Lahirnya Motif Batik Menawan
Keunikan lainnya dari Candi Sojiwan adalah ajaran-ajaran moral yang ada dalam relief candi dituangkan dalam motif-motif batik dan diberi nama Batik Sojiwan. Batik cantik ini bermotifkan beberapa relief fabel seperti kisah persahabatan kambing dan gajah dalam motif Mendo Liman, cerita kepiting balas budi dalam motif Ceplok Astapada, dan cerita angsa berleher dua yang dituangkan dalam motif Kumudawati. Selain itu, ornamen yang ada di Candi Sojiwan juga menjadi inspirasi motif batik tersebut. Hingga saat ini, sudah ada enam belas motif utama dan kombinasinya sudah mencapai dua puluh jenis.
Pembatik Sojiwan yang diprakarsai oleh UNESCO, BPCB Jawa Tengah, dan Departemen Arkeologi FIB UGM ini meproduksi 13 buah batik dalam satu bulan. Satu batik dihargai dengan kisaran harga Rp450.000—Rp500.000 bergantung dengan lebar dan panjang kainnya. Pemasaran batik ini memang masih dipasarkan di pameran-pameran yang digelar di luar kota dan pembelinya adalah kolektor dan orang asing karena keunikan dan coraknya yang cantik. Namun ke depannya, batik Sojiwan diharapkan dapat menjadi usaha masyarakat untuk melindungi kekayaan cagar budaya yang perlahan mulai musnah termakan zaman dan dapat dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Kamu ingin memiliknya? Kamu bisa langsung datang ke Galeri Batik Sojiwan yang ada di area Candi Sojiwan.

 Seorang anak sedang menyelesaikan praktik membatiknya

Cobain membatik secara langsung dengan motif khas Batik Sojiwan

Explore and Amazed!
Candi Sojiwan terletak di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, jawa Tengah. Candi ini masih dekat areanya dengan Candi Prambanan dan kompleks Ratu Boko. Akses ke sini juga cukup mudah, pemandu wisata Travel Mates akan mengantarkan anda untuk 
Karena letak candi berada di sekeliling sawah yang hijau, suasana di taman candi ini terasa sangat asri dan damai. Para pengunjung dapat membawa serta teman-teman dan keluarganya untuk berkunjung ke sini menikmati udara yang segar. Para orangtua dapat membawa anak-anak mereka sembari menceritakan kisah-kisah fabel yang ada pada relief di dinding-dinding candi. Jika cuacanya cerah, pengunjung dapat mengambil foto-foto indah di lingkungan candi karena langit akan biru sekali warnanya, rumput-rumput candi akan sangat hijau, dan Candi Sojiwan akan berdiri dengan mempesona. Feeds instagram kamu bakal semakin indah dan koleksi foto di dinding kamarmu akan bertambah! Yang pasti juga, memori kamu juga akan merekam indahnya candi dan suasana di sini. Selamat menikmati suasana dan kecantikan pesona Candi Sojiwan! Lets explore and amazed!

Disclaimer : Pastikan kamu liburan di Jogja bersama tour guide Jogja yang berpengalaman dan handal di bidangnya, tak lain dan tak bukan adalah Travel Mates.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner