Selasa, 27 Februari 2018

Mencicipi Legitnya Sejarah Jenang Pasar Lempuyangan



oleh : Fitria Yusrifa

Lalu lalang Pasar Lempuyangan tampak ramai pagi itu. Pengunjung yang didominasi ibu-ibu dan beberapa buruh serabutan memenuhi spasi di pasar bernuansa hijau tua ini. Tak jauh dari pintu masuk pasar, duduklah seorang perempuan berusia sekitar lima puluh tahun yang tengah sibuk menyendokkan aneka jenang ke dalam lipatan daun pisang. Perempuan itu tampak dikerubuti banyak pembeli. Maklum, jenang yang dijajakannya ini sangat legendaris, bahkan telah menjadi langganan bagi beberapa pemimpin terkemuka di Indonesia.

Adalah Bude dari Bu Gesti, nama perempuan ini yang menjadi pencipta jenang legendaris itu. Sejak dahulu, Bude (tante) dari Bu Gesti sudah berjualan di Pasar Lempuyangan, bahkan sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto. Setelah itu, diteruskan oleh Ibunda Bu Gesti dan kini Bu Gesti lah yang mewarisi bakat membuat dan menjual jenang legendaris itu. Konon, presiden Soeharto ketika berkunjung ke Jogja, selalu memerintahkan ajudannya untuk membeli jenang ini. Tak heran, bila jenang ini justru populer dengan nama Jenang Pak Harto. Begitu pula Presiden Megawati Soekarno Putri, serta Sri Sultan Hamengkubuwono X. Bahkan, pada hajatan mantu Sri Sultan HB X, jenang Bu Gesti turut mengisi daftar menu yang dihidangkan.

Bagi anda yang ingin mencicipi sajian kuliner legendaris ini, dapat melabuhkan pilihan pada berbagai jenis jenang khas Jawa, seperti jenang sumsum putih, jenang sumsum manis, jenang mutiara, dan jenang candil. Citarasa legit dan manis khas kudapan Yogya sangat mendominasi rasa jenang ini. Ini karena sebagian besar jenang terbuat dari gula merah dan aneka tepung yang telah diolah sedemikian rupa. Jenang candil menjadi salah satu jenang yang terfavorit dan banyak diburu pembeli. Bulatan-bulatan kecil yang sedikit kenyal akan memanjakan lidah para penikmatnya. Soal harga, tentu sangat terjangkau. Hanya dengan Rp.4.000,00 anda sudah bisa menikmati seporsi jenang legendaris ini lho. Nah, bagi pembeli yang ingin menikmati keempat jenang, bisa memesan jenang campur kepada Bu Gesti.



Bagi wisatawan yang ingin mampir sejenak untuk sarapan saat tiba di Jogja, tak ada salahnya bergerak ke arah tenggara Stasiun Lempuyangan. Pasar Lempuyangan berdiri kokoh di tepi jalan, dengan cat warna hijau yang mendominasi dinding-dinding pasar. Jenang legendaris ini akan memanjakan lidah anda yang kelelahan setelah menempuh perjalanan sehari semalam dari kota seberang. Selain kaya akan makna dan cita rasa, jenang Bu Gesti juga turut melestarikan warisan leluhur khas kota Budaya ini. Sehingga bagi anda yang ingin mengadopsi nuansa dan manisnya Jogja, tak ada salahnya mampir dan membeli jenang ini sebagai menu sarapan. Tentunya harus datang sebelum jam sembilan pagi ya, karena dalam hitungan jam, jenang ini telah tandas diborong pelanggan!
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner