Sabtu, 07 April 2018

Museum Ullen Sentalu : Mencicipi Sensasi ‘Experiencing Museum’ di Kaki Gunung Merapi



Relief miring di salah satu bagian Museum Ullen Sentalu.
Hijau dan rindang, dua kesan itu akan terpatri dalam ingatan para wisatawan yang pertama kali mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Sekilas, bangunan yang menyerupai kastil kecil dalam dongeng-dongeng eropa itu tidak terlihat seperti museum pada umumnya. Akar-akar gantung dari pepohonan raksasa menjuntai di pelataran museum, ditemani tumbuhan-tumbuhan merambat lainnya. Pemandangan ini menyihir para wisatawan yang datang, terlebih saat menatap sebuah relief raksasa yang terpancang secara diagonal di bagian depan museum.
Sebuah pameran hasil karya topeng.
Keunikan museum Ullen Sentalu tidak berhenti sampai di situ. Melihat dari namanya pun, wisatawan akan bertanya-tanya, dari mana istilah Ullen Sentalu berasal. Seperti benda yang dipamerkan oleh museum ini, yakni aneka warisan artefak khas kerajaan Mataram, nama ‘Ullen Sentalu’ diambil pula dari istilah Jawa. Ullen Sentalu merupakan akronim dari Ulating bLencong sEjatiNe Tataraning Lumaku, yang berarti ‘Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan’. Falsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang digunakan dalam pertunjukan wayang kulit, blencong, yang dipersonifikasikan sebagai penuntun dan penerang bagi perjalanan hidup umat manusia. Makna ini turut diadopsi pula dalam koleksi dan pertunjukan yang ditampilkan sepanjang kunjungan ke museum Ullen Sentalu.
Museum ini memberlakukan sistem Experiencing Museum, di mana ada beberapa peraturan yang wajib dipatuhi demi meninggalkan kesan yang dalam bagi para pengunjungnya. Wisatawan dilarang mengambil gambar melalui kamera maupun ponsel saat mengunjungi museum ini. Satu-satunya lokasi yang diperbolehkan untuk menjadi latar belakang foto pengunjung hanya lah relief di bagian depan museum. Museum ini juga merupakan museum dengan sistem Living Museum, yakni yang selalu memberlakukan perubahan susunan display artefak dalam kurun waktu tertentu. Sehingga, dalam kunjungan yang berbeda, pengunjung mampu mengoleksi kesan yang bervariasi dan mau tak mau, aneka pemandangan yang ada di museum ini harus dialami sendiri oleh pengunjung, bukan sekedar melihat dari foto.
Tidak hanya unik, koleksi di museum ini juga artsy~
Koleksi dari Museum Ullen Sentalu terbagi dalam beberapa ruangan, di antaranya Ruang Selamat Datang; Ruang Seni Tari dan Gamelan; Guwa Sela Giri; Kampung Kambang; Bilik Syair Tineke; Royal Room Ratu Mas; Ruang Batik Vorstendlanden; Ruang Batik Pesisiran; Ruang Putri Dambaan; Koridor Retja Landa dan Sasana Sekar Bawana. Meski bangunan utama bergaya gothic, namun nuansa Jawa sangat kental terasa saat menginjakkan kaki di ruangan-ruangan tersebut. Terlebih karena museum ini banyak menyajikan koleksi batik dan artefak kerajaan Mataram, seperti gamelan, lukisan, patung dan beberapa naskah kuno. Nuansa magis pun kian terasa saat melintasi koridor museum ini, yang dihiasi aneka arca dewa hindu dan buddh, yang berasal dari abad ke-delapan. Menarik, bukan? Tidak hanya itu, meski menyajikan aneka koleksi langka, harga tiket masuk yang dipatok pun sangat terjangkau, yakni Rp.30.000,00 per orangnya. Wah, pasti tidak sabar untuk mengunjungi Museum Ullen Sentalu ya, saat berkunjung ke Jogja?

Nah, perjalanan itu akan menjadi semakin berkesan apabila ditemani Travel Mates! Selain bisa menemanimu mengukir cerita liburan yang super asyik, Travel Mates juga akan melengkapi koleksi tempat wisatamu selama berlibur ke Jogja lho! Jadi tunggu apalagi, segera hubungi Travel Mates untuk mengantongi kesan terbaik saat berlibur ke Jogja!
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner