Sabtu, 29 Desember 2018

Menata Ulang Warisan Budaya Bersama Sagio Griya Ukir Kulit Bantul



Menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus waktu bukan persoalan mudah, setidaknya sebagai generasi yang peduli pada nilai-nilai luhur warisan nenek moyang seluruh tenaga ekstra wajib dikerahkan. Hal itu lah yang mendasari Sagio, seorang penatah sekaligus pendiri dan pemilik Sagio Griya Ukir Kulit Bantul untuk terus berkarya di dapur cenderamata wayang dan aneka produk kulit garapannya.
Sagio mulai berkonsentrasi terhadap dunia pewayangan sebelum krisis moneter memporak-porandakan perkenomian negara. Bantul, yang berada di wilayah Yogyakarta pun terkena imbasnya. Pria paruh baya ini di masa krisis moneter 1997-1998, hanya berpikir soal komitmennya menjaga warisan leluhur melalui wayang-wayang kulit yang akrab dengan kehidupannya. Ia telah mendirikan griya ukir kulit Bantul sejak 1974 dan terus bertahan hingga detik ini, meski rekan sejawatnya yang sama-sama berprofesi sebagai penatah sungging telah gulung tikar.
Sagio mengenal wayang pertama kali sejak tahun 70-an dari ayahnya yang merupakan seorang abdi dalem keraton sekaligus ahli pewayangan. Sagio pun turut serta mengabdi sebagai abdi dalem di keraton untuk bisa mengamati wayang secara mendalam. Pengetahuan mendalam soal wayang ini kemudian dicurahkan dalam bentuk prakarya yang memukau dan dikenal dunia. Setiap karakter wayang yang diciptakan oleh Sagio memiliki ciri khas yang unik dan berkualitas ciamik.



Karena berkomitmen kuat terhadap pewarisan budaya leluhur berupa wayang, Sagio mulai bereksperimen untuk membuat wayang dalam bentuk yang lebih beragam dan modern, Berbagai ide dan pemikirannya dituangkan melalui media kanvas, kaca, kayu, keramik, buku dan tak lupa, kulit sapi atau kerbau. Wayang kulit yang dihasilkan pun memiliki beragam varian, di antaranya wayang kulit suvenir, lukisan wayang, hiasan meja, hiasan dinding, pembatas buku, kipas, lampu meja ukir, hingga gantungan kunci. Sagio bahkan menciptakan satu buku yang menjadi pedoman bagi para pengrajin wayang untuk membuktikan dedikasinya yang begitu besar dalam dunia pewayangan.
Sagio memasarkan hasil karyanya ke berbagai kalangan, tak terkecuali presiden. Untuk satu unit wayang kulit, Sagio menjual dengan harga mulai dari Rp.150.000,00 hingga Rp.3.500.000,00. Sedangkan untuk suvenir yang tak kalah menarik, dijual dengan kisaran harga Rp.5.000,00 hingga Rp.5.000.000,00. Angka yang cukup fantastis! Membuktikan bahwa ketertarikan generasi muda terhadap dunia pewayangan dan warisan leluhur masih bertahan hingga saat ini.



Tidak hanya membidik pasar Indonesia, uniknya Sagio Griya Ukir Kulit Bantul ini juga memasarkan produknya di pasar ekspor. Berbagai negara menjadi fokusnya dalam memasarkan dan memperkenalkan salah satu warisan leluhur berupa wayang, sebut saja Amerika, Perancis, Belgia, Inggris, Jerman, Belanda, Jepang, Singapura, dan India. Sagio benar-benar totalitas dalam menularkan semangat positif dalam pelestarian budaya leluhur. Tidak tanggung-tanggung, usaha yang dijalankan oleh Sagio ini mampu meraup omzet sekitar Rp.10.000.000,00 hingga Rp.25.000.000,00.

Sobat Travel Mates, tidak hanya bisa membeli cenderamata hasil karya Sagio, tapi juga belajar wayang di griya ukir kulit Sagio ini. Kesempatan belajar ini tentu tidak boleh dilewatkan oleh sobat Travel Mates saat berkunjung ke Jogja ya! Apalagi, jam terbang Sagio cukup tinggi dalam dunia pewayangan. Pada tahun 90-an, Sagio melatih 50 orang di daerahnya untuk belajar wayang demi mewujudkan impiannya membangun sentra wayang di daerah Genteng, Bantul. Untuk masa belajar, dibutuhkan waktu  sampai 3 tahun demi memahami seluk beluk pewayangan. Cukup lama, namun memberikan efek positif bagi yang ingin melestarikan budaya leluhur.
Apabila sobat Travel Mates tertarik mengunjungi Sagio Griya Ukir Kulit Bantul, cukup arahkan kemudi menuju Desa Gendeng RT.02/04, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Berada jauh dari keramaian akan membuat sobat Travel Mates semakin menikmati proses pembelajaran dan perburuan suvenir khas Sagio Griya Ukir Kulit Bantul, Soal kualitas, tentu tidak perlu diragukan lagi. Semua hasil karya Sagio yang dijual di dapur karyanya ini bercita rasa seni tinggi tanpa kehilangan makna dan identitas diri.
Berencana mengunjungi Sagio Griya Ukir Kulit khas Bantul atau tempat-tempat terbaik di Jogja? Tidak perlu khawatir, Travel Mates siap menjadi kawan yang menyenangkan untuk semua sobat travelling. Mengusung konsep wisata dan piknik yang berbeda, akan membuat liburan sobat di Jogja menjadi semakin berkesan. Tunggu apalagi? Segera hubungi TravelMates dan nikmati liburan menarik yang tak terlupakan!



NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner